Pengembangan Instrumen

https://jurnal.stainwsamawa.ac.id/index.php/al-bay 

 

ANGKET KEMANDIRIAN SISWA

SD MUHAMMADIYAH AMBARKETAWANG 3 YOGYAKARTA


PETUNJUK PENGISIAN ANGKET:

1.     Bacalah terlebih dahulu setiap butir pertanyaan dengan cermat!

2.     Pilihlah jawaban yang sesuai dengan keadaan Anda sebenarnya!

3.     Angket tidak mempengaruhi nilai pelajaran di sekolah, melainkan hanya sebagai data penelitian

4.     Berilah tanda (√) pada jawaban yang mewakili keadaan Anda sebenarnya di kolom yang sudah disediakan.


IDENTITAS SISWA

Nama

:

___________________________, (Laki-laki/ Perempuan)

Kelas

:

__________, Saya anak ke _____ dari _____ bersaudara.

Pekerjaan orang tua

:

______________________________________________


KETERANGAN :

SS     : Sangat Setuju

S       : Setuju

TS     : Kurang Setuju

STS   : Sangat Tidak Set

 

KONSTRUKSI INSTRUMEN KEMANDIRIAN SISWA

 

A.      Definisi Konsep Religiusitas

No

Definisi

Sumber/buku/Pakar

Aspek

1.

Kata mandiri mengandung arti tidak tergantung kepada orang lain, bebas, dan dapat melakukan sendiri

Rusman. 2010. Model-Model Pembelajaran:Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers. h. 353

 

1.        Bertanggung jawab

2.        bekerja sendiri

2.

Chaplin menegaskan bahwa “mandiri adalah suatu kondisi di mana seseorang tidak tergantung kepada orang lain dalam menentukan keputusan dan adanya sikap percaya diri

Chaplin. 1996. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Rajawali Press. h. 105

1.         bertanggung jawab

2.         percaya diri

3.

Mandiri merupakan suatu suasana di mana seseorang mau dan mampu mewujudkan kehendak/keinginan dirinya yang terlihat dalam tindakan atau perbuatan nyata, guna menghasilkan sesuatu demi pemenuhan kebutuhan hidupnya dan sesamanya

Gea, Antonius Atosakhi, dkk. 2003. Character Building 1 Relasi dengan Diri Sendiri (edisi revisi). Jakarta: PT Elex Media Komputindo. h. 195

 

1.         bekerja sendiri

2.         bertanggung jawab

3.         percaya diri

4.         berani bersaing

 

4.

mandiri adalah orang yang cukup diri (self-sufficient), yaitu orang yang mampu berfikir dan berfungsi secara independen tidak perlu bantuan orang lain, tidak menolak resiko dan bisa memecahkan masalah, bukan hanya khawatir tentang masalah-masalah yang dihadapinya

Mustari, Mohamad. 2011. Nilai Karakter Refleksi untuk Pendidikan Karakter. Yogyakarta: laksbang Pressindo. h. 94

 

1.         percaya diri

2.         bertanggung jawab

 

5.

Orang yang mandiri akan percaya pada keputusannya sendiri serta jarang meminta pendapat atau bimbingan orang lain. Kemudian Familia mengungkapkan seseorang dikatakan mandiri apabila “orang tersebut mampu mengarahkan dan mengurus diri sendiri

Familia. 2006. Membuat Prioritas Melatih Anak Mandiri. Yogyakarta: Kanisius. h. 23

 

1.         membuat keputusan

2.         percaya diri

3.         bertanggung jawab

 

6.

 “individu yang mandiri adalah individu yang berani mengambil keputusan dilandasi oleh pemahaman akan segala konsekuensi dari tindakannya

Ali, Muhammad dan Muhammad Asrori. 2006. Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik.  Jakarta: Bumi Aksara. h.110.

 

1.         membuat keputusan

2.         percaya diri

3.         bertanggung jawab

7.

Kemandirian merupakan suatu kecenderungan menggunakan kemampuan diri sendiri untuk menyelesaikan suatu masalah secara bebas, progresif, dan penuh dengan inisiatif. Menurut Desmita kemandirian atau otonom merupakan “kemampuan untuk mengendalikan dan mengatur pikiran, perasaan dan tindakan sendiri secara bebas serta berusaha sendiri untuk mengatasi perasaan-perasaan malu dan keragu-raguan

Desmita. 2009. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. h. 185

1.         percaya diri

2.         bertanggung jawab

3.         menghargai waktu

8.

Kemandirian dalam arti psikologis dan mentalis mengundang pengertian keadaan seseorang dalam kehidupannya yang mampu memutuskan atau mengerjakan sesuatu tanpa bantuan orang lain

Basri, Hasan. 2004. Remaja Berkualitas: Problematika Remaja dan Solusinya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. h. 53.

 

1.         Membuat keputusan

2.         Percaya diri

9.

Belajar mandiri adalah proses menggerakkan kekuatan atau dorongan dari   dalam diri individu yang belajar untuk menggerakkan potensi dirinya mempelajari objek belajar tanpa ada tekanan atau pengaruh asing di luar dirinya

Surya, Hendra. 2003. Kiat mengajak Anak Belajar dan Berprestasi, Jakarta : PT. Gramedia. h. 114

1.         Percaya diri

2.         Bertanggung jawab

10

kemandirian adalah usaha untuk melepaskan diri dari orangtua dengan maksud untuk menemukan dirinya melalui proses mencari identitas ego, yaitu merupakan perkembangan kearah individualitas yang mantap dan berdiri sendiri

Desmita. 2009. Psikologi Perkembangan Peserta Didik... h. 185

 

1.         Percaya diri

2.         Membuat keputusan

3.         Bertanggung jawab

 

B.       Kalsifikasi Aspek

Aspek

Sumber/buku/Pakar

Percaya diri

1.      Chaplin

2.      Gea, Anthonius Atosakhi,...

3.      Mustari, Mohamad,...

4.      Familia,...

5.      Ali Muhammad, Muhammad Asrori,...

6.      Desmita,...

7.      Basri, Hasan,...

8.      Surya, Hendra,...

Bekerja sendiri

1.      Rusman,..

2.      Gea, Anthonius Atosakhi,...

Menghargai waktu

1.      Desmita,...

Bertanggung jawab

1.      Rusman,..

2.      Chaplin

3.      Gea, Anthonius Atosakhi,...

4.      Mustari, Mohamad,...

5.      Ali Muhammad, Muhammad Asrori,...

6.      Desmita,...

7.      Surya, Hendra,...

Berani bersaing

1.      Gea, Anthonius Atosakhi,...

Membuat keputusan

1.      Familia

2.      Ali Muhammad, Muhammad Asrori,...

3.      Desmita,...

4.      Basri, Hasan,...

 

 

Berdasarkan pendapat para ahli terkait dengan pengertian kemandirian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kemandirian adalah sikap yang memungkinkan seseorang untuk bertindak bebas, melakukan sesuatu atas dorongan diri sendiri, memiliki kemampuan mengatur diri, mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi tanpa meminta bantuan kepada orang lain dan dapat bertanggung jawab terhadap segala keputusan ynag diambil melalui berbagai pertimbangan sebeumnya.

C.      Definisi Konsep (Sintesis)

Kemandirian siswa adalah ekspresi keberagamaan siswa, yang didasari dengan rasa percaya diri, berkerja sendiri, membuat keputusan, berani bersaing, bertanggung jawab dan menghargai waktu dalam kehidupan sehari-hari. Pengukurankemandirian siswa ini diukur dengan acuan dimensi-dimensi kemandirian yang terdiri dari dimensi percaya diri, berkerja sendiri, menghargai waktu, bertanggung jawab, berani bersaing, dan membuat keputusan

D.      Definisi Oprasional

Berdasarkan definisi konsep di atas, dapat dijelaskan bahwaNilai kemandirian merupakan salah satu nilai karakter yang dikembangkan dalam pendidikan karakter pada jalur pendidikan dasar. Nilai karakter yang dikembangkan tersebut tercakup dalam enam kategori diantaranya adalah nilai karakter dalam percaya diri, nilai karakter dalam bekerja sendiri, nilai karakter dalam menghargai waktu, nilai karakter dalam betanggung jawab, nilai karater dalam bersaing, dan nilai karakter dalam membuat keputusan. Setiap kategori karakter tersebut terdapat nilai-nilai yang akan dikembangkan dan nilai karakter mandiri berada dalam kategori nilai karakter yang hubungannya dengan diri sendiri. Nilai kemandirian didefinisikan oleh Kemendiknas adalah sebagai “sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.  Oleh karena itu, pengumpulan data terkait variabel kemandirian siswa berdasarkan skor jawaban kuesioner yang diberikan siswa SD Muhammadiyah AmbarKetawang 3 Yogyakarta

E.       Indikator Variabel

Sedangkan yang menjadi indikator dalam pengukuran variabel Kemandirian siswa adalah:

1.      Siswa memiliki keinginan untuk bekerja sendiri dalam belajar

2.      Siswa mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk menghadapi masalah

3.      Siswa memiliki rasa tanggung jawab atas apa yang dilakukannya

4.      Siswa memiliki rasa percaya diri dalam melaksanakan tugas-tugas secara mandiri

5.      Siswa mampu mengelola waktu yang telah disediakan

6.      Siswa mampu bersaing dalam menyelesaikan masalah

F.       Hipotesis

Adapun hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

Ha

:

Terdapat perbedaan tingkat Kemandirian siswa SD Muhammadiyah AmbarKetawang 3 Yogyakarta berdasarkan perbedaan jenis kelamin,  dan tingkatan kelas.

Ho

:

Tidak ada Terdapat perbedaan tingkat Kemandirian siswa SD Muhammadiyah AmbarKetawang 3 Yogyakarta berdasarkan perbedaan jenis kelamin,  dan tingkatan kelas.

G.      Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian  kuantitatif yang bercorak komparatif. Pendekatan responsif dipakai dalam penelitian ini karena terdapat  perbedaan minat dari responden dalam situasi yang berbeda-beda. Mereka dapat mengatur pendapat mereka sesuai dengan pengalaman dan kebiasaan yang mereka alami.

H.    Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Muhammadiyah AmbarKetawang 3 Yogyakarta, maka yang menjadi subyek penelitian ini adalah siswa SD  kelas IV tersebut. Adapun   sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV A dalamsatu kelas, sehingga diperoleh sampel 23 siswa yang terdiri dari  siswa kelas IV A di SD Muhammadiyah AmbarKetawang 3 Yogyakarta

.

I.         Teknik Pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Adapun pengambilan data angket tertutup menggunakan tekniklikert scale questionnaire untuk mengetahui ranah kognitif dan ranah afektif religiusitas siswa (Djemari, 2012: 157). Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan Kemandirian siswa SD Muhammadiyah AmbarKetawang 3 YogyakartaSedangkan pada ranah psikomotorik, tidak dicantumkan oleh penulis karena keterbatasan waktu.

 

 

J.        Teknik Analisa Data

Analisis data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif untuk memberi gambaran umum tentang obyek penelitian yakni tingkatKemandirian siswa yang telah dikuasai oleh  para siswaSD Muhammadiyah AmbarKetawang 3 Yogyakarta. Analisis perbedaan antara perbedaan jenis kelamin dilakukan dengan uji t (t-tes). Selanjutnya untuk menganalisis perbedaan berdasarkan kemampuan siswa dikelas IV A dilakukan dengan menguji perbedaan skor rata-rata antar dua tingkatan kategori siswa pada tingkatan kemampuan Kemandirian siswa siswa kelas (IV A) yang terlibat dalam penelitian ini, dengan menggunakan teknik ANOVA satu arah. Uji statistik deskriptif dan perbedaan skor rata-rata dihitung dengan bantuan perangkat lunak statistik program SPSS Statistik versi 16.0.

 

K.      Kisi-Kisi

Adapun kisi-kisi angket dalam pengukuran variabel Kemandirian siswa adalah sebagai berikut:Angket yang digunakan berupa angket tertutup, yaitu angket yang telah dilengkapi dengan alternatif jawaban yang dapat dipilih oleh responden. Penyusunan angket pada penelitian ini adalah dengan menjabarkan setiap variabel Kemandirian siswa ke dalam dimensi-dimensi Kemandirian siswa dan menjadi indikator-indikator yang akan diukur. Indikator akan dijabarkan menjadi butir-butir pernyataan. Adapun kuesioner angket terkait variabel Kemandirian siswa akan disajikan pada lampiran.

L.       Uji Validatasi

Uji validitas digunakan untuk mengetahui kevalidan angket dalam mengumpulkan data. Uji validitas dilakukan menggunakan rumus korelasi bivariate pearson dengan alat bantu program SPSS versi 20.0. Dasar pengambilan keputusan validitas item soal adalah jika rhitung> rtabel maka dapat dikatakan item soal valid, namun sebaliknya jika rhitung< rtabel, maka dapat dikatakan item soal tidak valid. Dan telah diketahui distribusi rtabel signifikansi 5% pada respondens (N) 23 adalah 0.413, Adapun ringkasan hasil uji validitas akan disajikan pada tabel berikut ini:

 

 

Item soal

rhitung (xy)

rtabel maka 5 % (85)

Keteranagan

1

0,373

0,413

Tidak valid

2

0,123

0,413

Tidak valid

3

0,607

0,413

valid

4

0,505

0,413

valid

5

0,526

0,413

valid

6

0,226

0,413

Tidak valid

7

0,088

0,413

Tidak valid

8

0,445

0,413

valid

9

0,085

0,413

Tidak valid

10

0,503

0,413

valid

11

0,515

0,413

valid

12

0,255

0,413

Tidak valid

13

0,539

0,413

valid

14

0,164

0,413

Tidak valid

15

0,131

0,413

Tidak valid

16

0,521

0,413

valid

17

0,751

0,413

valid

18

0,717

0,413

valid

19

0,509

0,413

valid

20

0,495

0,413

valid

21

0,492

0,413

valid

22

0,621

0,413

valid

23

0,622

0,413

valid

24

0,662

0,413

valid

25

0,662

0,413

Valid

26

0,424

0,413

valid

27

0,049

0,413

Tidak valid

28

0,081

0,413

Tidak valid

29

0,308

0,413

Tidak valid

30

0,727

0,413

valid

31

0,591

0,413

valid

32

0,593

0,413

valid

33

0,683

0,413

valid

34

0,486

0,413

valid

35

0,116

0,413

Tidak valid

36

-0,234

0,413

Tidak valid

37

0,032

0,413

Tidak valid

38

0,520

0,413

valid

39

0,402

0,413

Tidak valid

40

0,342

0,413

Tidak valid

41

0,628

0,413

valid

42

0,410

0,413

Tidak valid

 

 

Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas pada tabel di atas, diketahui bahwa 23 item soal menunjukkan rhitung> rtabelpada nilai signifikansi 5%. Maka dapat disimpulkan ke-23 item soal tersebut valid dan dapat digunakan sebagai instrument penelitian. Sedangkan 17  item soal menunjukkan rhitung< rtabelpada nilai signifikansi 5%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan kedua item soal tersebut (1,2,6,7,9,12,14,15,27,28,29,35,36,37,39,40,dan 42) tidak valid dan tidak dapat digunakan sebagai instrument penelitian. (Rincian uji validitas selengkapnya akan disajikan pada lampiran).

 

 

M.     Uji Realibilitas

Uji relibialitas dilakukan menggunakan rumus Alpha Cronbach. Dasar keputusan reliabilitas item soal apabila hasil dari koefisien reliabilitas hitung  lebih besar dari 0,70 (Anas Sudijono, 2012: 209).Artinya instrument atau item soal dapat dikatan reliabel apabila rhitung>0,70. Adapun ringkasan hasil uji reliabilitasadalah sebagai berikut:

 

 

Berdasarkan hasil perhitungan uji relibialitas menggunakan rumus Alpha Cronbach pada tabel di atas, diketahui bahwa koefisien reliabilitas religiusitas siswa sebesar 0,870.Hal itu menunjukkan bahwa rhitung(0,870) >0,70. Maka dapat disimpulkan semua kuisioner angket dalam penelitian ini reliabel atau konsisten. Sehingga dapat digunakan sebagai instrument penelitan.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS SEJARAH PENDIDIKAN PADA MASA RASULULLAH SAW DAN KHULAFA AL-RASYIDIN

Psikologi Islam